Dalam usaha mendapatkan kulit yang cerah dan merata, banyak orang sering kali bingung membedakan dua konsep utama dalam perawatan kulit: brightening dan whitening. Walaupun kedua istilah ini memiliki tujuan akhir yang serupa, yaitu memberikan kulit yang lebih cerah dan bersinar, metode kerja, bahan aktif, dan efek jangka panjangnya berbeda secara signifikan.
Perbedaan antara brightening dan whitening sebenarnya mudah dikenali. Lalu, apa saja perbedaannya? Mari kita bahas!
Whitening, atau pemutihan, berfungsi membuat kulit menjadi lebih putih dengan cara menghambat produksi melanin.
Baca juga : "Mengatasi Kulit Wajah Sensitif: Memperkuat Skin Barrier Secara Efektif"
Sedangkan brightening atau mencerahkan berfungsi untuk membuat kulit lebih cerah dengan mengelupas sel-sel kulit mati. Sebelum memilih produk perawatan kulit, sebaiknya pahami terlebih dahulu perbedaan antara brightening dan whitening.
Brightening
Brightening skincare bertujuan untuk mencerahkan kulit dengan mengangkat sel-sel kulit mati dan merangsang regenerasi sel baru. Proses ini dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan eksfoliasi seperti alpha hydroxy acids (AHA), beta hydroxy acids (BHA), atau enzim buah-buahan yang membantu menghilangkan lapisan sel kulit kusam, sehingga kulit yang lebih cerah muncul di bawahnya.
Perlu dicatat bahwa produk brightening umumnya menggunakan bahan-bahan yang lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping yang serius. Bahan-bahan seperti vitamin C, niacinamide, dan ekstrak botani seperti licorice atau mulberry tidak hanya membantu mencerahkan kulit, tetapi juga memberikan manfaat tambahan seperti perlindungan antioksidan dan pengurangan hiperpigmentasi.
Whitening
Sebaliknya, whitening skincare bertujuan untuk memutihkan kulit dengan mengurangi produksi melanin, pigmen alami yang memberikan warna pada kulit. Ini dicapai dengan menggunakan bahan-bahan seperti hydroquinone, kojic acid, atau arbutin yang menghambat aktivitas enzim tirosinase, yang diperlukan untuk produksi melanin.
Meskipun whitening skincare dapat menghasilkan pemutihan kulit dengan cepat, penggunaan rutin produk ini dapat menimbulkan efek samping yang berisiko. Efek samping tersebut meliputi meningkatnya sensitivitas kulit terhadap sinar matahari, risiko reaksi alergi atau iritasi, dan dalam beberapa kasus, kemungkinan kulit menjadi belang atau warnanya tidak merata.
Baca juga : Tips Kulit Sehat: Memahami Tanda-Tanda Kulit Sensitif dan Cara Merawatnya.
Saat memilih antara brightening dan whitening skincare, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan kulit individu serta risiko dan manfaat dari masing-masing produk. Brightening skincare, yang berfokus pada eksfoliasi dan penggunaan bahan-bahan yang lebih aman, mungkin menjadi pilihan yang lebih aman untuk penggunaan jangka panjang tanpa risiko yang signifikan.
Di sisi lain, whitening skincare, meskipun dapat memberikan hasil yang lebih cepat dalam pemutihan kulit, perlu digunakan dengan hati-hati dan sebaiknya dengan pengawasan dokter atau ahli dermatologi karena potensi efek samping yang berbahaya.
Selain itu, perlu diingat bahwa tidak ada produk skincare yang memberikan hasil instan, dan konsistensi dalam perawatan kulit serta penggunaan tabir surya adalah kunci untuk mencapai kulit yang sehat dan bersinar. Dengan pemahaman yang baik tentang perbedaan antara brightening dan whitening skincare, kamu dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana dalam merawat kulitmu.


